“Kisruh Kampanye 2009..

Hard News



YOGYAKARTA(SK)- Kampanye terbuka yang berlangsung sepekan masih sangat memprihatinkan (29/03). Mulai dari pelanggaran lalulintas dan hiburan semata yang sangat memangangu jalanya aktivitas jalan raya,masyarakat,dan masih banyak lagi tentunya.
Hal tersebut adalah suatu pelanggaran etika politik yang harus diperhatikan oleh para anggota legislatif parpol yang sudah melanggar etika politik.
Pelaksanaan kampanye kali ini sangat banyak menyalahi aturan kata loper koran Galih Wijadmoko (34), katanya kampanye kali ini jauh tidak berbeda dengan 2004kemarin yang inti dari suatu kampanye tersebut adalah obral janji,pengerahan massa,bagi-bagi uang dan aneka pelanggaran aturan lain yang tiap kali terjadi pada saat kampanye sedang berlangsung. Bahkan banyak masyarakat yang ikut kampanye bukan mendukung tetapi untuk menikmati hiburan semata. Kampanye terbuka hanyalah menjadi peristiwa kultural biasa ketus sang loper Koran, dan hal tersebut bukan kegiataan politik istimewa bagi mereka.
Dia mengatakan bahwa rakyat kecil hanya jadi alat pejabat-pajabat untuk kepentingan pribadi mereka. Sang loper Koran mengatakan bahwa dia akan golput (golongan putih) atau tidak memilihtahun 2009 ini,karena menurutnya sampai sekarang tidak ada perubahan yang dialami secara mencolok.


Soft News

Kampanye Gerindra

YOGYAKARTA(SK)- Kampanye terbuka Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) kali ini dilaksanakan digunung kidul dan kulonprogo (28/03). Kampanye kali ini tidak begitu besar,kata seorang simpatisan dari partai gerindra Faradita (22). Anggota legislatif yaitu capres dan cawapres tidak hadir pada saat itu. Katanya sang capres Prabowo Subiapto mungkin juga sedang kampanye terbuka di daerah-daerah lain,karena waktu kampanye terbuka di alun-alun yogyakarta mereka telah menhadiri pesta partai politik tersebut.
Kampanye terbuka tersebut digunakan gerindra untuk memperkenalkan calon anggota legislatifnya mulai dari DPRD kabupaten/kota hingga DPR. Pesta demokrasi kali ini membutuhkan masyarakat yang terdidik. Apapun model demokarasi kali ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan masyarakat yang terdidik baik. Sang simpatisan mengatakan bahwa kita jangan salah pilih,dan memang harus ikut memilih karena memilih adalah hak kita sebagai warga Negara. Katanya sudah saatnya kita memilih,jangan berlarut-larut pada masalah yang tidak henti-hentinya dengan mengulangi memilih orang yang sama,katanya saatnya kita mengalami perubahan yang baru.





COMUNICATION FREAK DAN SEMINAR JURNALISME INFOTAIMENT

YOGYAKARTA-SK Universitas UPN “V” Yogyakarta,khususnya jurusan ilmu komunikasi mengadakan kegiatan tahunan Comunication Freak dengan kegiatan Seminar yang bertemakan Talkshow Jurnalistik. Seminar ini dihadiri oleh Sasa Djursa Sedjaja (Ketua KPI), Raldy Doy (Corporate Communication TV One), Erika Andriarini (Ex Produser Pelaksana Silet RCTI) dan selaku moderator Agung Prabowo (Akademisi Komunikasi UPN "V" Yogyakarta). Dalam seminar ini akan dibahas mengenai “jurnalisme Infotaiment”,yang dikatakan apakah hal tersebut Berita atau Hiburan semata. Banyak orang mengatakan bahwa tayangan infotaiment adalah program low taste (atau selera rendah). Di Indonesia televise tidak hanya digunakan sebagai media tetapi juga sebagai sarana sosial,ekonomi,budaya,politik juga sebagai sarana informasi bagi masyarakat. Dalam seminar tersebut dibahas bagaimana perkembangan televisi di Indonesia, dan kaidah jurnalisme oleh bapak Sasa Djuarsa. Beliau mengatakan bagaimana dampak negative jika kita menonton infotainment dan menyarankan agar tidak menontonnya. Walaupun beliau melarang menonton infotainment, tapi Kpi selaku Komisi Penyiaran Indonesia tidak bisa menghilangkan acara infotainment dari televise seperti yang diceritakan oleh Kinanti yang sedang meliput pada saat itu.
Erika Andriani selaku produser infotaiment “ada gossip SCTV” mengatakan bahwa progam Infotaiment merupakn berita sekaligus hiburan,dan banyak orang mengatakan bahwa junalisme infotaiment tidak pantas dikatakan sebagai jurnalistik,karena jurnalismenya dalam mencari berita tidak berdasarkan kaidah-kaidah jurnalistik karena berita yang diambil secara instant dan adanya ujar Erika. Raldy Doy selaku (corperate communication TV One) mengatakan tv one sebagai salah satu tv berita di Indonesia. Karena berita sudah menjadi kebutuhan setiap masyarakat tinggal bagaimana kita menampilkannya. Berita dikatakan layak jika ada nilai-nilai berita yaitu 5W+1H.

Nama: STEFFI STEPHANI M.S
NIM : 153070346

0 komentar:

Posting Komentar

link yang lain