Sosrowijayan dan Kafe Bintang, Magnet Turis di Pusat Kota Yogyakarta
Seorang turis terlihat menyendiri di selasar sebuah swalayan 24 jam yang berada di depan sebuah kafe di daerah sosrowijayan. Tapi tak lama kemudian terlihat beberapa remaja kampung setempat yang coba menghibur. Mereka berbicara dengan bahasa jawa bercampur Indonesia, hebatnya si turis mengerti. Si turis bercerita dengan bahasa Indonesia yang tertatih-tatih bahwa ia telah dicopet di stasiun. Begitu ramah, begitu bersahabat, Pemandangan seperti ini hanya dapat ditemukan diSosrowijayan.
Berjalan sekitar 200 meter dari Stasiun Tugu, anda akan menemukan kawasan Sosrowijayan yang ditandai oleh sebuah jalan kecil ke arah barat yang bernama sama. Begitu sampai di pertigaan jalan yang dinamai berdasarkan penguasanya dahulu ini (Sosrowijoyo), anda akan disambut oleh sapa ramah pengayuh becak. Biasanya, mereka menawarkan anda untuk mencari penginapan, berkeliling ke Malioboro, atau membeli bakpia Pathuk. Karena kampung turis, banyak pula guide yang jika diminta bersedia mengantar anda untuk menunjukkan penginapan sesuai keinginan anda. Mereka juga akan bercerita seputar tempat wisata di Yogyakarta dan kekhasannya.
Tapi yang juga menarik adalah sebuah kafe temaram yang berada di salah satu ruas jalan sosrowijayan. Terlihat banyak turis lalu-lalang berjalan keluar masuk kafe. Kafe bintang namanya, kafe yang dijalankan oleh sebuah keluarga ini mulai ramai dikunjungi pengunjung setelah meletusnya peristiwa Bom Bali yang membuat turis-turis mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke indonesia. Pemiliknya adalah keluarga Jumadi, resmi di buka pada tanggal dua desember 2002. Pemiliknya berniat untuk mencitrakan Indonesia yang aman dan damai dengan kafe ini yang kemudian didukung oleh kampung turis yang ada di sisi kiri dan kanan sosrowijayan.
Turis asing yang datang tak hanya dari eropa atau amerika, turis asia seperti jepang, korea atau cina pun kerap datang hanya untuk sekedar bercengkrama setelah seharian menjelajahi jalan kota jogja. Kafe Bintang menyajikan bermacam menu makanan serta minuman yang dapat dinikmati dengan harga yang terbilang cukup mahal untuk orang atau turis lokal, “sebenarnya produk utama yang ingin kita tawarkan adalah suasana, karena kebanyakan turis adalah orang yang mencari dan menikmati suasana” ujar depeng, salah satu karyawan kafe bintang.
Untuk hari-hari tertentu kafe bintang dan wilayah disekitarnya akan terlihat lebih ramai, karena pihak kafe bintang yang buka pukul 8 pagi hingga pukul 1 dinihari ini menyediakan hiburan seperti live performance music dari band-band yang dihadirkan untuk mengisi acara. Pada hari jumat band-band yang beraliran Blues didaulat untuk memeriahkan malam dan.musik Rock pada hari sabtu. Tak ketinggalan juga anak-anak reagge, dan musisi-musisi jalanan yang turut berbaur dengan para turis asing. Tak terlihat adanya jarak diantara mereka dalam berinteraksi.
Thomas harianto pria eksentrik yang berprofesi sebagai guide di sekitar kafe bintang menuturkan, selain dari rekomendasi Guide, para turis menyebarkan dari mulut ke mulut tentang sebuah kafe lintas budaya yang berada di sebuah lingkungan yang juga sangat lintas budaya, yaitu kafe bintang disosrowijayan. Sehingga, melalalui jalinan yang erat tersebut, semua komunitas lintas budaya yang ada di sekitar kafe ini berkumpul dan akrab satu sama lainnya.
Para turis yang berada disini memiliki latar belakang kunjungan yang berbeda satu sama lain. Ada turis yang sedang melakukan studi, bekerja atau hanya liburan dan pelesir seperti kebanyakan turis mancanegara, bahkan ada turis yang berkunjung karena memenangkan arisan untuk liburan. Para turispun tak hanya melakukan wisata budaya, tak sedikit diantara mereka yang juga melakukan wisata sex.
Sebagai daerah turisme, di Sosrowijayan ini juga terdapat penginapan. Penginapan di kampung ini lebih menyatu dengan penduduk karena kebanyakan terletak di gang. Karena para penduduk juga mendapat keuntungan ekonomi dengan menyewakan rumah-rumah atau bahkan kamar mereka sebagai tempat penginapan bagi para turis. Tentu hal itu memberi kelebihan karena anda bisa berinteraksi dengan penduduk setempat. Namun, jika menginginkan penginapan yang lebih privat, anda bisa memilih hotel yang ada di pinggir Jalan Sosrowijayan.
Layanan jasa wisata juga dengan mudah ditemui di Sosrowijayan. Di pinggir jalan banyak terdapat money changer, warnet dan wartel, persewaan sepeda motor dan mobil, agen travel, dan sebagainya. Bila lapar, anda bisa mendatangi warung yang dibuka warga kampung ini. Di ujung gang pertama misalnya, terdapat sebuah warung yang meski sederhana banyak dimanfaatkan turis asing untuk mengisi perut. Masakannya berupa macam-masam oseng, mie goreng, dan lauk pauk yang lezat. Beberapa resto juga menyediakan jenis masakan seperti steak dengan harga miring.
Saat sore, sambil bersantai setelah lelah mengelilingi Yogyakarta, anda bisa melihat kehidupan anak-anak Sosrowijayan. Biasanya, beberapa anak perempuan bermain lompat tali atau dolanan bocah lainnya sementara anak laki-laki sekedar bercakap di salah satu rumah. Sementara remaja kampung ini banyak yang duduk santai sambil bermain gitar sambil menyanyikan lagu-lagu hits Indonesia. Remaja yang juga tergabung dalam Komunitas Seni Malioboro itu kadang berpentas ketika ada acara tertentu, misalnya Ulang Tahun Yogyakarta.
Sosrowijayan dengan kafe bintangnya telah menjelma menjadi sebuah perkampungan global dengan individu-individu lintas budaya yang berasal dari berbagai belahan dunia dan tinggal sementara atau bahkan menetap dan membaur dengan nilai-nilai lokal yang ada. Menciptakan harmoni dari semua perbedaan yang ada, menciptakan heterogenitas komunitas sosial yang pada akhirnya memperkaya khazanah pariwisata di Indonesia.
pewawancara :
Ryanda januar
Panji Haria seta
Wulan septika sari
steffi stephani
Laras Gilang
Penulis:
Panji Haria Seta
Layout editor:
Steffi,Laras dan Wulan
0 komentar:
Posting Komentar